ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POLA BILANGAN BERDASARKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX

Vita Fatimatushara

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa kelas IX  yang memiliki nilai Penilaian Harian lebih dari 75 di salah satu SMP Negeri di Purworejo. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan catatan lapangan. Data yang dikumpulkan berasal dari hasil tes diagnostik, hasil wawancara, dan hasil catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis dari Miles & Huberman meliputi tiga aktifitas yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa siswa dengan nilai Penilaian Harian lebih dari 75 mengalami miskonsepsi pada materi pola bilangan. Siswa yang termasuk dalam kategori miskonsepsi dapat dilihat dari siswa dalam memberi nilai CRI pada hasil jawaban setiap soal yang sesuai dengan tingkat keyakinan dalam menjawab soal tersebut. Siswa yakin dengan hasil jawabannya sehingga memberi nilai CRI 3, padahal hasil jawaban tersebut masih salah. Siswa hanya memahami sebagian konsep pola bilangan yang digunakan. Pada langkah awal penyelesaian soal, konsep yang digunakan sudah sesuai, sedangkan untuk langkah selanjutnya hanya mengikuti langkah awal tanpa memperhatikan konsep yang seharusnya digunakan. Sehingga dalam melakukan operasi hitung mengalami kesalahan dan terjadi miskonsepsi. Sesuai kriteria skala CRI dan ketentuan kategori siswa, bahwa hasil jawaban siswa salah tetapi yakin benar dengan hasil jawabannya maka siswa dikategorikan mengalami miskonsepsi. Letak miskonsepsi siswa berdasarkan Certaity of Response Index dalam menyelesaikan soal cerita pola bilangan yaitu lucky guess (menjawab benar dengan menebak), a lack of knowledge (kekurangan pengetahuan), miskonsepsi, dan menguasai konsep dengan baik. Skala CRI atau tingkat keyakinan siswa tinggi maka peluang terjadinya miskonsepsi rendah. Begitu juga sebaliknya, jika skala CRI atau tingkat keyakinan siswa rendah maka peluang terjadinya miskonsepsi tinggi.

 

Kata Kunci: miskonsepsi, CRI, tes diagnostik.


Full Text:

PDF

References


REFERENSI

Hasan, S., D. Bagayoko, D., & Kelley, E. L.1999. Misconseptions and the certainty of response index (CRI), Phys. Educ. 34(5), 294-299.

Herutomo, R.A. 2017. Miskonsepsi Aljabar: Konteks Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP. Journal Of Basication: Jurnal Pendidikan Dasar, 1 (1), November 2017, p-ISSN 2581-2998, e-ISSN 2581-2629.

Paul Suparno. 2005. Miskonsepsi & Perubahan Konsep Dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Purba, Janulis, P. Dan Depari, Ganti. 2008. Penelusuran Miskonsepsi Mahasiswa tentang Konsep dalam angkaian Listrik Menggunakan Certainty of Response. Index dan Interview.

Tayubi, Yuyu. R. 2005. Identifikasi Miskonsepsi Pada Konsep-Konsep Fisika Menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Mimbar Pendidikan. 24 (3), 4-9.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.