ANALISIS KESALAHANSISWA DALAM MENYELESAIKANSOALMATEMATIKA PADAPOKOK BAHASAN PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 KUALA

Adi Waluyo

Abstract


Abstrak: Persamaan linear dua variabel merupakan suatu mata pelajaran matematika yang di sajikan untuk mengetahui dimana letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa/i mengalami kesalahan, apa saja kesalahan siswa/i dan penyebab kesalahan saat menyelesaikan soal persamaan linear dua variabel. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini kelas VIII yang berjumlah 38 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 orang. Sampel yang di gunakan simple Random Sampling atau simple sederhana adalah teknik pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu daftar nilai pegangan guru yang ada pada guru matematika kelas VIII, wawancara guru, tes soal persamaan linear dua variabel untuk mengetahui secara jelas kesalahan siswa dan wawancara siswa untuk mengetahui secara langsung yang dialami siswa terjadi kesalahan menyelesaikan soal persamaan linear dua variabel. Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan untuk menganalisis. Langsung merekapitulasikan dan dianalisis. Setelah mendapatkan hasil menganalisis peneliti mendiskusikan untuk mencari solusi atas terjadinya kesalahan siswa menyelesaikan soal persamaan linear dua variabel. Dari sebuah penelitian ini peneliti lakukan di SMP Negeri 5 Kuala dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat siswa/i yang belum bisa menyelesaikan soal matematika pada materi persamaan linear dua variabel, jenis-jenis kesalahan siswa antara lain; kesalahan menarik garis pada grafik, kesalahan menarik garis, kesalahan dalam menafsirkan operasi, kesalahan interprestasi bahasa, kesalahan tidak menyelesaikan jawaban, kesalahan dalam menyelesaikan subtitusi dan kesalahan perhitungan. Penyebabnya; kurang teliti, belum paham dengan materi, kurang memahami kalimat, tidak bisa membagi waktu, kurang memahami bentuk perkalian keadaan tonus jasmani, kecerdasan, kurang motivasi, kurang minat, sikap dan bakat.

 

Kata-kata kunci  : Analisis, kesalahan, soal, persamaan linear.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR RUJUKAN

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Untuk Matematika SMA-MA. Jakarta: BSNP.

Budiyono, (2008). Kesalahan Mengerjakan Soal Cerita dalam Pembelajaran Matematika. Paedogogia,II

DEPDIKNAS, Pusat Bahasa. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.Jakarta: Balai Pustaka.

Dimyati, dan Mudjiono. (2002). Belajar dan Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Kusnandar, (2010). Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.Jakarta: Rajawali Press.

Slameto, (2010).Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi.Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana N .(2010). Penilaian hasil dan proses belajar mengajar. PT. RemajaRosdakarya: Bandung. P. 34

Sugiyono,(2011).metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d ALFABETA BANDUNG82

Suherman, Erman dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.Bandung: IMSTEP

Suyitno, Amin. (2004). Dasar-dasar Proses Pembelajaran Matematika. Semarang:Pendidikan Matematika FMIPA UNNES


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.