PENGUATAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBELAJARAN GEOGRAFI ABAD 21

Hasrul Hadi

Abstract


Abstrak:Abad 21 ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang memicu persaingan semakin ketat. Selain memiliki dampak positif, keterbukaan informasi dan ekspansi budaya luar yang semakin masif dapat menjadi ancaman yang berpotensi menyebabkan merosotnya nilai-nilai karakter generasi bangsa. Tanpa upaya-upaya serius maka kondisi ini dapat menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Melalui tulisan ini diuraikan gagasan pentingnya penguatan nilai-nilai karakter cinta tanah air siswa sebagai generasi penerus bangsa melalui pembelajaran geografi. Metode yang digunakan berupa telaah literatur (literature review), kemudian dianalisis secara deskriptif-kritis. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperkuat nilai-nilai karakter siswa khususnya karakter cinta tanah air, maka dapat dilakukan dengan: 1) pembelajaran geografi yang berfokus pada pengenalan wilayah NKRI secara utuh dan mendalam, baik terkait bentang alam maupun bentang budaya, 2) pembelajaran geografi yang berfokus pada peningkatan penguasaan keterampilan, berpikir kritis, kreativitas, inovasi, kolaborasi, pengasaan teknologi, dan leadership melalui pembelajaran kontekstual berbasis kompetensi.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Bednarz, S.W., Heffron, S., Huynh, N.T. (2013). Road map for 21st century geography education project; geography education research; recomendations and guidelines for research in geography education. Washington, DC: Assosiation of American Geographers.

Chaerunnisa, H. (2019). Peran geografi dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan nusantara di SMAN 1 Pagaden. Jurnal Geografi Gea, 19(1), 76-83.

Furqan, M.H., Yanti, S., Aziz, D., Kamza, M., & Ruslan. (2020). Analisis konten nilai cinta tanah air (nasionalisme) dalam materi mata pelajaran kurikulum geografi. Jurnal Serambi Ilmu, 21(1), 48-63.

Istikhomah, N. (2015). Tantangan pendidikan geografi dalam menumbuhkan nasionalisme NKRI pada siswa di Pegunungan Tengah Papua. Diakses pada tanggal 14 Juni 2020 dari: https://www.kompasiana.com/nikmatul_istikhomah/55c34882ac92731d16471a0b/tantangan-pendidikan-geografi-dalam-menumbuhkan-nasionalisme-nkri-pada-siswa-di-pegunungan-tengah-papua?page=all.

Kushendrawati, S.M. (2006). Masyarakat konsumen sebagai ciptaan kapitalisme global: fenomena budaya dalam realitas sosial. Makara, Sosial Humaniora, 10(2), 49-57.

Maryani, E. (2012). Pengembangan keterampilan sosial melalui pembelajaran geografi. Diktat perkuliahan, tidak diterbitkan. Diakses pada tanggal 14 Juni 2020 dari: http://file.upi.edu/direktori/fpips/jur._pend._geografi/196001211985032-enok_maryani/social_skill_geog_1.pdf.

Mukminan. (2014). Peningkatan kompetensi guru geografi menyongsong pelaksanaan kurikulum 2013 dalam konteks pendidikan di abad 21. Makalah Seminar Nasional. Prodi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Nofrion, N. (2018). Karakteristik pembelajaran geografi abad 21. INA-Rxiv.

Riā€™aeni, I., Suci, M., Pratiwi, M., Sugiarti, T. (2019). Pengaruh budaya korea (K-Pop) terhadap remaja di Kota Cirebon. Communications, 1(1), 1-26.

Sari, B.D.A.C. (2017). Media literasi dalam kontra propaganda radikalisme dan terorisme melalui media internet. Jurnal Prodi Perang Asimetris, 3(1), 15-31.

Setiawan, Heru Budi. (2015). Geografi Tumbuhkan Cinta Tanah Air. Diakses pada tanggal 12 Juni 2020 dari: https://bogor-today.com/geografi-tumbuhkan-cinta-tanah-air/

Suara.Com. (2018). Hampir setengah generasi muda Indonesia terkena paham radikal. Diakses pada tanggal 13 Juli 2019 dari: https://www.suara.com/news/2018/04/25/160229/hampir-setengah-generasi-muda-indonesia-terkena-paham-radikal.

Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. Jurnal Ilmiah CIVIS, 2(1), 307-321.

Tamimuddin, M. (2013). E-Learning dan pembelajaran abad 21 (Best practice E-learning PPPPTK Matematika. Seminar Nasional Pemanfaatan TIK Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013. PPPPTK Matematika. Makalah. 11 Mei 2013.

Voaindonesia.com. (2018). Temuan BIN; 39 persen mahasiswa terpapar radikalisme dinilai harus ditanggapi serius. Diakses pada tanggal 13 Juli 2019 dari: https://www.voaindonesia.com/a/temuan-bin-39-mahasiswa-terpapar-radikalisme-dinilai-harus-ditanggapi-serius-/4370366.html.

Zid, M., Setianingsih, A.I. (2013). Geography literacy anak perbatasan (Kajian terhadap cinta tanah air siswa SD, SMP, SMK di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Prosiding PIT IGI ke-XVI. Banjarmasin, 2-3 November.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.